Perubahan metode pembelajaran dari model konvensional menjadi flipped learning yang dilakukan oleh Lembaga Bahasa LIA pada dasarnya bertujuan untuk mengakomodasi cara belajar siswa abad 21 (generasi Z dan Alpha), dimana mereka lahir dan besar di era digital yang memampukan mereka untuk memperoleh pengetahuan dan informasi dari berbagai sumber dengan cepat dan mudah melalui internet. Guru dan buku pelajaran tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi dalam pembelajaran. Tingginya paparan media social di usia dini membuat mereka cenderung memiliki rentang perhatian yang lebih pendek, namun demikian mereka memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

 

Perubahan-perubahan terkait kemajuan teknologi yang mempengaruhi cara siswa belajar saat ini harus pula diimbangi dengan perubahan dalam metodologi pembelajaran jika LIA menginginkan hasil belajar yang lebih baik bagi para peserta didiknya. Guru tidak lagi menjadi pusat pembelajaran, tetapi akan lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar dengan siswa sebagi pusatnya (student-centered learning). Hal ini dimungkinkan dengan metode pembelajaran flipped learning yang saat ini semakin banyak dipergunakan oleh berbagai lembaga/institusi Pendidikan. LIA sebagai institusi Pendidikan yang sudah 60 tahun berkiprah dalam pembelajaran Bahasa Inggris memandang pentingnya perubahan ini untuk dilakukan, dengan tujuan untuk mempersiapkan para siswa/i nya menjadi lulusan yang siap bersaing di masyarakat global.

15

Tahun Operasi

85.000+

Total Siswa

52+

Guru & Staff

22+

Penghargaan